Home Sosial & Budaya Hadiah Terbaik Diakhir Masa Jabatan, FKUB Minta Presiden Jokowi Berkunjung ke Fakfak

Hadiah Terbaik Diakhir Masa Jabatan, FKUB Minta Presiden Jokowi Berkunjung ke Fakfak

Views : 399
FB_IMG_1633334114065 - Copy

Laporan : Rustam Rettob / Wartawan

Fakfak – Dalam acara dialog KSP bersama steakholder di Kabupaten Fakfak, kegiatan silaturahmi yang bertajuk “KSP Mendengar” itu mendapat respon sangat positif dari semua tamu undangan yang hadir dalam kegiatan dimaksud.

Banyak persoalan yang sempat dibicarakan, berbagai saran, masukkan, serta harapan yang disampaikan oleh steakholder kepada Presiden Joko Widodo melalui Tenaga Ahli Utama (KSP), Ali Mochtar Ngabalin dan rombongan telah diakomodir.

Ketua FKUB yang juga sebagai Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Fakfak, Ali Hindom, S.Pd menyampaikan pesan kepada Presiden Joko Widodo bahwa Kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Fakfak selama ini berlangsung aman dan damai, dengan budaya “Satu Tungku Tiga Batu”, “Satu Saudara Satu Hati”,

Ali Hindom katakan bahwa budaya memupuk rasa persaudaraan dan memelihara kerukunan antar umat beragama di Kabupaten fakfak bisa dapat dijadikan sebagai barometer bagi daerah lain di indonesia, hal ini terukur sangat jelas dan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Pasalnya, masyarakat fakfak yang hidup dengan budaya “Satu Tungku Tiga Batu” ini sudah terbukti dan teruji hidup tenang dengan keberagamanya, mereka tidak mudah terpecah dan terpovokasi oleh pihak luar manapun, mungkin karena karakteristik daerahnya mereka tetap bersatu, walaupun dalam satu keluarga terdapat perbedaan keyakinan beragama, (Islam, Protestan, Katholik, Hindu, Budha)

“Kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Fakfak – provinsi papua barat jangan diragukan lagi, kami dari FKUB jamin keberlangsungan hidup masyarakat dengan berbagai keberagaman ini, ada perbedaan suku, agama, dan ras, apapun cara orang lain tidak mampu memecah persatuan dan persauadaraan masyarakat fakfak, kami hidup dalam satu bingkai “Satu Tungku Tiga Batu dan Bhineka Tunggal Ika”, Jelas Ali Hindom.

Untuk melihat indahnya kehidupan masyarakat kabupaten fakfak dengan perbedanaan agama, suku, dan rasnya, yang mana Kabupaten Fakfa merupakan satu kabupaten tertua di papua serta Kota Perjuangan di Indonesia maka Presiden Jokowi diminta untuk bisa ke Fakfak agar menyaksikan keberadaan mereka.

Ali Hindom menyampaikan kekesalanya dihadapan Tenaga Ahli Utama (KSP), Ali Mochtar Ngabalin karena selama kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di tanah papua beberapa kali hingga bolak – balik tapi tidak pernah datang ke fakfak, “Bolak-balik tanah papua tapi kenapa lewatkan fakfak.?”, Tanya dia.

“Sampaikan salam kami masyarakat fakfak untuk bapak Presiden Joko Widodo, kenapa selama melaksanakan kunjungan kerja ke tanah papua bolak balik banyak kali tapi tidak pernah ke fakfak, kenapa lewatkan fakfak, sampaikan ke beliau bahwa indonesia mini sebenarnya ada di kabupaten fakfak, kota tertua di tanah papua-papua barat”, Minta Ketua FKUB Fakfak, Ali Hindom.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Kabupaten Fakfak itu memberikan contoh bahwa, banyak pejabat yang berunjung ke fakfak dan kembali ke daerah asal di jakarta pasti memimpin negara ini, seperti Soeharto dulu sebelum jadi presiden ke fakfak, Megawati juga sebelum jadi Presiden mengunjungi fakfak, 

“Insha Allah, Bapak Presiden Joko Widodo yang sudah jadi Presiden ini bisa berkunjung ke Fakfak sebagai hadiah atau kenang-kenangan beliau mengakhiri masa jabatan selama 10 tahun memimpin bangsa indonesia kepada masyarakat fakfak”, Minta Ali Hindom dengan besar harapanya, (RR)

mataradar news

error: Content is protected !!