Home Politik Yusril dan Suharso Bertemu Bahas Kerjasama Hadapi Pemilu 2024, Poros Partai Islam Menguat

Yusril dan Suharso Bertemu Bahas Kerjasama Hadapi Pemilu 2024, Poros Partai Islam Menguat

Views : 187
WhatsApp Image 2022-01-20 at 20.08.40

Laporan : Rustam Rettob / Wartawan

Jakarta – Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra Kamis, (20/1) sore kemarin mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa di Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Dalam keterangan tertulis yang disampaikan kepada media ini, Sekjen PBB Afriansyah Noor menjelaskan bahwa Kedua pimpinan partai Islam itu bertemu untuk membahas kerjasama PPP dan PBB dalam menghadapi Pemilu 2024 yang akan datang.

Lanjut dikatakan bahwa, Pertemuan ini menurut Sekjen PBB Afriansyah Noor yang ikut hadir dalam pertemuan tersebut, adalah kelanjutan dari pertemuan dengan Pimpinan DPP PAN beberapa dua hari sebelumnya.

Dalam pertemuan yang penuh persahabatan itu, Afriansyah menyampaikan keprihatinannya terhadap keberadaan partai-partai berbasis Islam modernis yang suaranya kian menurun dari Pemilu ke Pemilu.

Ajakan kerjasama dengan dua partai tersebut, menurut Afriansyah, mendapat sambutan yang positif, sehingga PAN, PPP dan PBB dapat mendorong terbentuknya kerjasama yang erat.

Bahkan jika mungkin ketiga partai dapat membentuk sebuah koalisi ketika mendaftar sebagai peserta Pemilu, Jelas Sekjen PBB Afriansyah Noor dalam keterangan tertulisnya kepada media ini,

Sementara Yusril berpendapat, bahwa peserta Pemilu menurut UU Pemilu adalah parpol yang telah dinyatakan lolos verifikasi oleh KPU.

Kalau dalam Pilpres, paslon dapat diusung oleh partai atau gabungan partai, maka dalam Pileg, peserta Pileg seharusnya juga bisa satu parpol atau gabungan parpol yang secara bersama-sama mendaftar sebagai peserta Pemilu.

Menurut Yusril, hal itu tidak memerlukan perubahan UU Pemilu. Jika MK memberi tafsir bahwa peserta Pileg adalah parpol atau gabungan parpol, maka persoalan selesai.

Selanjutnya tinggal KPU yang membuat aturan teknis bagaimana tatacara gabungan parpol ikut Pileg dengan satu nomor urut.

Kalau ini terjadi, dia berpendapat hal itu samasekali tidak akan mengganggu jadwal dan tahapan penyelenggaraan Pemilu 2024.

“Kalau hal di atas terjadi, maka di DPRD nanti otomatis akan terbentuk sebuah fraksi koalisi. Fraksi koalisi ini bisa menjadi cikal bakal kerjasama yang lebih erat antara partai-partai bersangkutan,

Bahkan bisa membuka peluang suatu ketika di masa depan, terjadinya penggabungan partai-partai jika hal itu dianggap bermanfaat”, Menurut Yusril

MK, menurut Yusril seyogianya berkenan menafsirkan keberadaan partai gabungan ikut dalam satu nomor urut dalam Pemilu.

Selama ini, MK tokh selalu bicara penyederhanaan parpol di tanah air dalam rangka membangun demokrasi yang sehat.

MK juga selalu bicara penguatan sistem pemerintahan Presidensial dengan jumlah partai yang sederhana, Jelasnya secara tertulis kepada mataradarnews.com

Ketua Umum PPP Suharso menyambut baik gagasan kerjasama antara PAN, PBB dan PBB. Bahkan, menurut Suharso, ini tidak menutup kemungkinan partai lain yang berminat untuk bekerjasama.

Suharso akan membahas lebih lanjut gagasan itu dengan para petinggi PPP yang lain. Tentang kajian hukum mengenai kerjasama ini,

Suharso akan menunjuk Arsul Sani yang juga seorang ahli hukum dan kini menjadi Wakil Ketua MPR dari PPP untuk mendalaminya bersama Yusril. (rls/rr)

mataradar news

error: Content is protected !!