Home Pendidikan Perguruan Tinggi Swasta dan Negeri Tidak Beda Jauh Kwalitas, STKIP Nuuwar Jantung Pendidikan di Fakfak

Perguruan Tinggi Swasta dan Negeri Tidak Beda Jauh Kwalitas, STKIP Nuuwar Jantung Pendidikan di Fakfak

Views : 296
WhatsApp Image 2021-11-30 at 19.28.50

Ali Mohctar Ngabalin : “Dengan ilmu kau akan mempertahankan hidupmu, karena ilmu menjaga manusia dan harta memperbudak manusia, oleh sebab itu saya berpesan kepada orang tua agar seluruh harta kekayaan dipakai untuk sekolahkan anak-anak”

Fakfak – Adalah menjadi sebuah kehormatan dan kebanggan tersendiri sekaligus buah dari suatu kebahagiaan bagi keluargaan besar Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Nuuwar Fakfak dalam acara Rapat Senat Terbuka Luar Biasa, Selasa, (30/11) bertempat di Hotel Grand Papua – Fakfak, Lantai – V.

Rasa bangga bercampur bahagia terlihat sangat jelas bagi keluarga besar STKIP Nuuwar Fakfak dan Yayasan Peduli Pendidikan Bangsa karena ditengah Wisudawan/Wisudawati kali ini, dihadiri langsung salah seroang anak fakfak yang kini menjadi tokoh politik nasional dan dipercayakan menduduki jabatan sebagai salah Tenaga Ahli Utama Staf Kantor Staf Presiden (KSP), Dr. H Ali Mochtar Ngabalin.

Putra Alm. Hasan Basri Ngabalin (Ali Mochtar Ngabalin-red) ini sebetulnya sudah harus tinggalkan Fakfak bertepatan dengan Wisuda STKIP Nuuwar Fakfak, namun atas permintaan dan undangan resmi Panitia Pelaksana dan Civitas Akademika STKIP Nuuwar sehingga dia menunda keberangkatan ke jakarta, kebetulan juga Ngabalin tidak sempat memiliki tiket balik jakarta pada waktu yang sama.

Ngabalin kemudian diminta untuk menyampaikan orasi Ilmiah pada pelaksanaan Wisudawan/Wisudawati STKIP Nuuwar Fakfak dengan jumlah peserta sebanyak 54 orang, berpenampilan khas, Ngabalin mengenakan batik berwarna cream dibalut gambar papua, dia juga masih tetap dengan lilitan kain putih dikepalanya sebagai salah tradisi khas dirinya, lalu menyampaikan orasi ilmiah pada wisuda tersebut.

Tenaga Ahli Utama Staf KSP itu berpesan kepada 54 orang peserta wisudawan/wisudawati bahwa momentum wisuda tersebut sebagai langkah awal untuk membangun Konfiden (kepercayaan diri) untuk terus memacu semangat agar tiada hentinya menuntut ilmu pengetahun (belajar),

“Namun sebaliknya, jika kau para sarjana muda bangga dengan gelar yang kau miliki saat ini tanpa kau harus memacu diri untuk terus belajar maka secepatnya kau segera pulang kampung, karena tidak ada yang bisa memperhitungkan ilmu yang kau dapat apabila tidak mampu mempertanggung jawabkanya”, Tantang Ngabalin.

Tutur Ngabalin bahwa, kedepan banyak kesempatan yang harus digapai dan dimanfaatkn oleh para genErasi baru, terutama para peserta wisudawan/wisudawati asal STKIP Nuuwar Fakfak, sepanjang mampu untuk mengatur langkah sesuai progres ilmu pengetahuan yang dimiliki maka kedepan siap untuk mengisi setiap kesempatan yang hadir didepan mata kita semua,

Alangkah ironisnya ketika kesempatan itu muncul ditengah-tengah masyarakat dan kita semua, kata dia, namun para mahasiswa dan lulusan Sarjana STKIP tidak mampu mengambil peran, apalagi sesuai bidang ilmunya yang dimiliki maka tunggulah kehancuran menjemputmu (Generasi Muda-red).

“Saya sudah sampaikan kepada pemerintah daerah dan juga petinggi STKIP Nuuwar Fakfak ini bahwa harus ada tempat dimana terus menggodok sarjana-sarjana muda kita ini agar dia punya kemampuan publik speaking dan kemampuan Convertetion yang baik, agar gelar sarjana itu tidak saja tentang pendidikan tetapi sebagai Human Resources itu diatur”, Pesan Ali Ngabalin dalam orasi Ilmiahnya.

Ngabalin katakan bahwa kwalitas mahasiswa di pergurunan tinggi swasta tidak kalah jauh dari mahasiswa yang ada di perguruan tinggi negeri, terganutng komitmen dan konsistensi setiap mahasiswa yang kuliah di kampus tersebut, dia berharap bahwa Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan (STKIP) Nuuwar Fakfak adalah menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang akan menyiapkan tenaga pendidik untuk jantung pendidikan di Kabupaten Fakfak – Provinisi Papua Barat.

“Jangan cuma sekolah Sarjana S-1, makanya kita terus dukung dan mendorong setiap perguruan tinggi di kabupaten fakfak untuk bisa ada program S-2 bahkan S-3, nanti kita pelajari regulasinya untuk kemudian kita menyiapkanya, karena ini kita bicara Generasi Unggul dan Generasi Emas Fakfak kedepan maka harus kita buat langkah yang besar untuk menyelamatakan mereka,

Memang kalau mau gampang, perguruan tinggi di Kabupaten Fakfak ini dikase ke negara untuk menjadi negeri, tetapi apakah anak-anak kita di fakfak bisa masuk untuk sekolah atau kuliah, berbeda dengan swasta antara Lembaga dengan Yayasan bisa mengatur dan banyak sekali yang diselamatkan melalui perguruan tinggi swasta ini, dan saya kira tidak beda jauh kwalitas antara sekolah di perguruan tinggi swasta dan sekolah di perguruan tinggi negeri, tergantung kemauan kita untuk belajar atau tidak”, Harap Ali Ngabalin.

Disampaikan Ali Mochtar Ngabalin bahwa, Almamater dalam regulasi negara itu minimal ada 5 variabel penting yang harus dipersiapkan karena sekolah perguruan tinggi dia melahirkan kader muda yang memiliki kemampuan intelektual knowledge, karena kemampuan intelektual knowledge (Pengetahuan intelektual) hanya dimiliki oleh orang-orang yang berperdaban dan harus ditunjang dengan believe in god (percayalah kepada tuhan).

Ngabalin mengungkapkan bahwa sebentar lagi ada perusahaan pupuk kaltim dan mungkin juga rencana pembangunan smelter di Papua-Papua Barat, dan bisa jadi masuk di Kabupaten Fakfak, segala kemungkinan bisa terjadi apabila koordinasi, komunikasi selalu dibangun dengan baik dengan menyiapkan sumber daya manusia yang baik kedepan.

“Nanti kedepan jika perusahaan-perusahaan besar yang masuk di Fakfak ini maka siap atau tidak siap sumber daya manusia kita akan dituntut agar harus bersaing dengan orang-orang yang memiliki kemampuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi maka saat ini berbagai perguruan tinggi di fakfak seperti Politeknik juga harus kita dukung dan dorong agar produk-produk SDM maupun produk teknologinya mampu menjawab tantangan kedepan”, Harap Ali Ngabalin.

Menceritakan pengalamanya saat diperintahkan untuk bertemu anak-anak mahasiswa papua diluar Negeri dari berbagai kampus, Ngabalin mengaku senang, namun Ia sempat meneteskan air matanya karena ketika itu dari sekian banyak anak-anak papua yang dia temui tidak ada satu orang pun anak-anak fakfak yang sedang menenyam pendidikan diluar negeri melalui beasiswa pemerintah, suatu ketika, harap ngabalin, pasti ada generasi unggul dan generasi emas dari fakfak yang bisa kuliah dengan beasiswa pemerintah di luar negeri, Pintanya.

“Kedepan, kita ini tidak diperhitungan dimana-mana apabila kita tidak menyiapkan sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi dengan baik, kita kumpulkan harta kekayaaan yang berlimpah, kumpulkan uang sebesar gudang dan harta gono – gini lainya semua tidak bermanfaat kalau kita tidak memiliki sumber daya manusia yang baik, terutama ilmu pendidikan agama, oleh sebab itu salah satu perguruan tinggi yang mampu menyiapkan karakter pendidikan anak yang baik adalah STKIP Nuuwar Fakfak”, Ucap Ali Ngabalin dalam orasi ilmiahnya, (RR)

mataradar news

error: Content is protected !!