Home Pemerintahan Secercah Harapan Peran Pers Mendukung Pemerintah, Menyelamatkan Rakyat Ditengah Pandemi Covid -19

Secercah Harapan Peran Pers Mendukung Pemerintah, Menyelamatkan Rakyat Ditengah Pandemi Covid -19

Views : 121
WhatsApp Image 2021-11-12 at 06.09.07

“Bangkit Dari Pandemi, Pers Sebagai Akselerator Perubahan Dan Pemulihan Ekonomi”

Fakfak – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Fakfak Drs. Ali Baham Temongmere, M.TP (11/11) bertempat di Ruang Arguni Lantai 1 Grand Hotel Fakfak menyampaikan materi pelatihan jurnalistik kepada para insan pers bertepatan dengan Syukuran HPN yang baru dapat digelar oleh PWI Kabupaten Fakfak. Alasan baru terlaksananya syukuran ini karena adanya pandemi covid 19 yang melanda bangsa Indonesia, termasuk di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat,

Mengawali uraiannya, ABT (panggilan akrab Sekda Fakfak) yang menjelaskan bahwa tema HPN “Bangkit Dari Pandemi, Pers Sebagai Akselerator Perubahan Dan Pemulihan Ekonomi” sesungguhnya dewan pers menginginkan terjadinya perubahan (the changes) dan pemulihan ekonomi di tengah pandemi covid 19.

Dirinya juga menegaskan bahwa pers sebagai Akselerator perubahan dan pemulihan ekonomi merupakan variabel penting dalam rangka mendorong penyeragaman persepsi dan tindakan masyarakat sehingga mampu menghadapi perubahan di era new normal dan yang terpenting adalah pemulihan ekonomi. Tegas ABT.

Sepintas menyoroti latar belakang lahirnya undang-undang pers no. 40 tahun 1999, mantan Kepala Bapeda Fakfak ini mengatakan bahwa undang-undang ini lahir dari sebuah proses reformasi terhadap undang-undang sebelumnya yang mana telah banyak membelenggu peranan pers atau dengan kata lain corong pemberitaannya hanya melalui pemerintah.

Sejak tahun 1966-1998 pers masih berada di bawah intervensi dan bayang-bayang pemerintah melalui departemen penerangan yang langsung diketuai oleh menteri penerangan. Namun seiring dengan bergulirnya reformasi maka pers menjadi lembaga yang independen dan dapat melaksanakan fungsi kontrol terhadap pemerintah serta bermitra dengan pemerintah.

Selain itu Pers juga terus menyuarakan Hak-Hak Asasi Manusia dan apa yang menjadi keinginan rakyat, kebutuhan rakyat, serta masalah-masalah yang dihadapi masyarakat. Tidak hanya sebatas itu saja, pers juga dapat menyampaikan program-program pemerintah, keberhasilan-keberhasilan pemerintah bahkan juga koreksi atau evaluasi terhadap kebijakan pemerintah. Ungkap ABT.

ABT juga mengajukan pertanyaan retoris dalam rangka menggelisahkan para peserta pelatihan jurnalis yakni sudah sejauh mana peranan pers sesuai harapan independensi dan fungsinya? Tentu pertanyaan ini hanya bisa diuji oleh individu (pers) itu sendiri. Karena sesungguhnya perubahan itu bisa terjadi hanya diawali dari diri sendiri melalui perubahan mindset. Dan perubahan mindset itu sendiri bisa terjadi melalui pelatihan-pelatihan seperti ini. Tegasnya.

Dikatakan pula bahwa pertanyaan mendasar yang harus dijawab oleh masing-masing  peserta pelatihan adalah apa tujuan kita menjadi wartawan? Apakah menjadi wartawan hanya sekedarnya saja, ataukah ini menjadi sebuah profesi. Jika wartawan tidak dianggap sebagai sebuah profesi maka kita tidak akan menjadi wartawan yang profesional dan handal. Oleh karenanya wartawan harus dijadikan sebagai profesi dan lapangan pekerjaan, sehingga kita benar-benar menekuni dan mencintai profesi ini, serta belajar dengan sungguh-sungguh agar dapat menjadi juranalis yang handal dan profesional. Tegas ABT.

Diuraikan pula oleh Pria berdarah Mbaham ini bahwa ketika pandemi covid 19 melanda bangsa Indonesia khususnya Fakfak, banyak terjadi perubahan mindset dan respon masyarakat yang ditunjukan. Ada yang menanggapinya situasi ini biasa-biasa saja, ada pula yang merasa panik dan takut menghadapi pandemi ini.

Bahkan puncak respon masyarakat pun mulai ditunjukan kepada pemerintah melalui aksi-aksi protes dan demo terhadap pemerintah melalui sejumlah statement dan kebijakan yang dilakukan

Namun ditengah situasi yang njelimet ini, peranan pers sangat luar biasa dalam menyebarkan informasi dan mengedukasi masyarakat sehingga situasi yang carut-marut ini, berangsur-angsur dapat pulih dan akhirnya masyarakat semakin dewasa dan cerdas melihat situasi pandemi covid 19 di Kabupaten yang kita cintai ini. Tutup ABT. (D3n)

mataradar news

error: Content is protected !!