Home Pemerintahan Mahasiswa Harus Dilibatkan Dalam Penyusunan RDTR

Mahasiswa Harus Dilibatkan Dalam Penyusunan RDTR

Views : 157
WhatsApp Image 2022-02-15 at 22.06.11

Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) turut mendukung program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan pemerintah melalui Internship in Spatial Planning for Regional and National Growth (Inspiring). Kegiatan utama dari program ini yaitu penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Program Inspiring diikuti oleh 675 mahasiswa yang tersebar di seluruh Indonesia.

Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil menyampaikan bahwa program ini sangat bermanfaat dalam memberikan pengetahuan praktis bagi mahasiswa. Mereka dapat melihat dan memasuki dunia kerja secara nyata jauh sebelum lulus dari universitas.

Menurutnya, manfaat Inspiring akan didapatkan kedua belah pihak, selain memberikan pembekalan kepada para mahasiswa, secara bersamaan dapat membantu Kementerian ATR/BPN serta pemerintah daerah dalam penyusunan RDTR dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

“Dengan banyaknya mahasiswa yang belajar, apabila ini dimanfaatkan secara efektif, diberikan guidance secara efektif terutama oleh para dosen dari sekolah perencanaan, dan dapat bimbingan yang memadai dari kementerian/lembaga yang memanfaatkan, di mana mahasiswa bisa ikut bekerja, maka saya pikir akan memberikan hasil yang bagus sekali,” ujarnya dalam sambutan pembukaan Inspiring secara daring, Senin (14/02).

Menteri ATR/Kepala BPN mengharapkan, mahasiswa dapat mengikuti pembelajaran yang diberikan. Contoh pembelajarannya seperti mengoleksi dan menganalisis data, sehingga nantinya penyusunan RDTR dan RTRW dapat lebih cepat terlaksana. Dengan program Inspiring, mahasiswa juga akan mendapatkan pengalaman bekerja secara nyata.

“Saya sangat mengapresiasi program ini. Kepada adik-adik mahasiswa, ini adalah riil, program Merdeka Belajar, Anda dicelupkan langsung di dunia yang riil,” tutur Menteri ATR/Kepala BPN.

“Oleh sebab itu, manfaatkan betul program ini, bukan sekadar mendapatkan sertifikat. Kalau hanya dapat sertifikat nanti rugi. Sertifikat dapat, tapi manfaat atau pengetahuannya atau skill-nya tidak ada. Betul-betul bekerja dengan sepenuh hati, melebihi panggilan tugas, kesempatan belajar.

Anda bukan saja mendapatkan sertifikat, tapi juga akan mendapatkan ilmu dan praktik yang sebenarnya di lapangan yang akan meng-equip Anda nanti begitu Anda keluar dari universitas dan masuk ke dalam dunia kerja,” tambahnya.

Kepada para pembimbing, Sofyan A. Djalil berpesan agar dapat menjadikan mahasiswa sebagai tenaga kerja, sehingga bisa membantu Kementerian ATR/BPN dalam menyelesaikan masalah.

“Tolong dibimbing terkait pengumpulan data. Kemudian tolong diberikan input, kritik, dan perbaikan. Intinya membawa bagaimana adik-adik mahasiswa ini betul-betul masuk, memanfaatkan program MBKM untuk bisa mempelajari bagaimana real work dalam dunia tata ruang, spatial planning, dan juga dalam rangka mempercepat pembangunan dalam penyusunan RTRW dan RDTR,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Direktur Jenderal Tata Ruang, Abdul Kamarzuki melaporkan bahwa sebanyak 1.628 mahasiswa tercatat mendaftar program Inspiring. Dari jumlah tersebut, tersaring sebanyak 328 mahasiswa jurusan Perencanaan Wilayah Kota dan 265 mahasiswa jurusan Geografi/Geodesi memenuhi kriteria tim penyusun RDTR. Selain itu, terdapat 82 mahasiswa jurusan Sistem Informasi dan Teknologi Informatika yang memenuhi kriteria untuk posisi tim pendukung data informasi dan aplikasi tata ruang.

“Kegiatan utama dari MBKM ini meliputi program peningkatan sumber daya manusia terkait percepatan RDTR. Di samping RDTR, tentunya juga kita akan mengajak mahasiswa yang ikut program ini untuk mampu nantinya berkarya di bidang (penataan ruang), baik itu penyusunan Rencana Tata Ruang (RTR) ataupun kebijakan-kebijakan yang terkait dengan tata ruang di daerah bersama-sama dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di daerah,” terang Abdul Kamarzuki. (rls/rr)

mataradar news

error: Content is protected !!