Home Nasional Warga di Fakfak Timur Sempat Kewalahan Proses Evakuasi, Polisi Dor Perut Ikan Paus

Warga di Fakfak Timur Sempat Kewalahan Proses Evakuasi, Polisi Dor Perut Ikan Paus

Views : 235
WhatsApp Image 2021-11-20 at 05.20.11

“Dengan melihat dan mempertimbangkan cara evakuasi berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) penanganan bangkai paus yang sudah mati yaitu dengan melakukan penenggelaman dan juga di lakukan penguburan serta melihat kondisi bangkai ikan paus di lokasi yang sudah membengkak dan tidak dapat untuk di tarik maupun di tenggelamkan sehingga tim memutuskan untuk melakukan penguburan kembali, Namun karena terkendala dengan semakin berkembang gas didalam perut bangkai ikan Paus sehingga sebelum di lakukan penguburan tim mengambil alternatif terakhir dengan melakukan pembocoran bangkai ikan paus dengan melakukan penembakan dengan menggunakan senjata api milik inventaris Polsek Weri sehingga gas yang berada dalam perut bangkai ikan paus keluar dan tidak terjadi ledakan yang berefek pada kesehatan dan kenyamanan masyarakat Kampung Tunasgain”

Fakfak – Setelah ditemukanya mamalia laut jenis ikan paus yang terdampar di pantai kampung tunasgain di wilayah fakfak timur, selasa, (16/11), bertepatan dengan hari jadi kabupaten fakfak ke – 121 tahun, Sat Polairud Polres Fakfak kontinyu melibatkan tim di beberapa instansi tekhnis terkait untuk melakukan pengecekan secara berkelanjutan hingga jumat, (19/11) kemarin.

Kasat Polairud (Polisi Perairan dan Udara) Polres Fakfak, Iptu Arief Usman Rumra dihubungi mataradarnews (grup mataradarindonesia.com), sabtu, (20/11), mengatakan kondisi ikan paus yang sebelumnya terdampar di pantai kampung tunasgain diketahui telah mati dan gagal kembali ke habitatnya dilaut.

“Waktu itu kami mendapatkan informasi dari Kapolsek Fakfak Timur (Weri) bahwa ikan paus itu sudah mati dan masih mengapung dipantai kampung tunasgain, setelah memperoleh informasi kami menuju ke TKP dan meihat secara dekat, ternyata mamalia laut itu sudah mati dan gagal ke habitatnya dilaut”, Ujar Arief Rumra.

Warga sekitar secara bersama-sama mereka lakukan proses penguburan terhadap ikan paus yang gagal ke habitatnya dilaut, penguburan yang berlangsung rabu, (17/11) lalu terlihat tidak sesuai SOP bahkan perut dan badan ikan tiba-tiba bengkak dua kali lipat dari kondisi sebelumnya hingga muncul di permukaan setelah penguburan.

Tim evakuasi yang dikendalikan Kasat Polairud Polres Fakfak, Arief Usman Rumra, mereka kemudian melibatkan warga setempat kembali melakukan penguburan lebih lanjut, tetapi sebelumnya perut ikan yang sulit diledakkan terpaksa polisi lakukan penembakan dari jauh (dor) menggunakan senjata Inv. Polsek Fakfak Timur.

“Jadi, penguburan awal tidak sesuai SOP karena kedalaman tidak lebih dari 2-3 meter, nanti setelah kami bersama tim evakuasi turun kemudian kami koordinasi dengan salah satu pemilik alat berat disana berupa 1 unit eksavator kemudian digali lokasi pesisir pantai itu dan ditanam dalam kondisi perutnya sudah diledakkan dengan tembakan”, Terang Arief Usman Rumra kepada mataradar grup.

Arief mengakui, meskipun saat ini proses penguburan terhadap bangkai mamalia jenis ikan paus tersebut sudah dilakukan, namun pihaknya bersama tim terus akan memantau perkembangan lebih lanjut, apakah berdampak terhadap pencemaran lingkungan atau tidak,

Petugas yang terlibat dalam melakukan pengecekan tersebut adalah Pengawas Perikanan Dinas KP Fakfak, La Mohdar, Perwakilan dari CII Mercy, Perwakilan KKP Siwin Kwaras dan Obex Rahangiar, serta Kepala KSDA Kabupaten Fakfak Isak Berth samori , juga Anggota Polsek Weri Brigpol Lambert P Milik, dan personil Satpolairud Polres Fakfak. (RR)

mataradar news

error: Content is protected !!