Home Nasional Ngabalin Kontak Bos Citilink dari Fakfak, Ini yang dibicarakan

Ngabalin Kontak Bos Citilink dari Fakfak, Ini yang dibicarakan

Views : 1566
DSCF6918

Ali Mochtar Ngabalin : “Saya sudah telephone dengan teman-teman di Citilink agar dia membuat trayek baru masuk fakfak, persoalan regulasi, keuangan, dan lain-lain kita atur kemudian, yang penting buka rute penerbangan masuk fakfak”,

Fakfak – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, senin, (29/11) malam dari Hotel Grand Papua Fakfak menghubungi Bos Citilink di Jakarta.

Ngabalin menyampaikan bahwa akses transportasi udara masuk-keluar fakfak sangat susah dan tidak seperti daerah lain di indonesia, lebih khusus di Tanah Papua

Rute penerbangan Citilink di wilayah Papua – Papua Barat, dia meminta kepada Bos pesawat tersebut untuk segera membuka rute penerbangan juga hingga masuk Kabupaten Fakfak.

“Buka saja rute penerbangan ke Fakfak Pak Jul (Dirut Citilink-red), nanti soal bagaimana dan apa persyaratanya bisa disesuaikan, nanti saya ngomong langsung sama Pak Erick Tohir (Menteri BUMN), kase jalan dulu pesawat ke Fakfak, persyaratan nanti diurus”, Begitu petikan komunikasi Ngabalin via ponsel ke Dirut Citilink.

Mengenai persyaratan penerbangan ke berbagai daerah di indonesia, Ngabalin sarankan kepada manajemen Citilink untuk bisa menyesuaikanya, yang terpenting adalah bagaimana akses masuk – keluar fakfak bisa lancar.

Menurut pria kelahiran fakfak berpenampilan khas lilitan sorban dikepala, vokal dalam menyampaikan pernyataan, dengan suara lantang sempat mengeluhkan adanya akses transportasi udara di fakfak.

Kata dia, pihaknya bersama rombongan tertahan di fakfak lama karena transportasi udara yang melayani rute penerbangan di Negeri Mbaham ini hanya satu yaitu, Wings Air dengan antrian tiket yang cukup lama, Tutur Ngabalin.

Akibat terbentur masalah ini, Ngabalin turut merasakan sendiri betapa susahnya akses transportasi udara di Kabupaten Fakfak,

Kota Kecil dan Tertua di tanah papua (Fakfak-red) ini sudah sejak lama menuai persoalan transportasi udara, dari periode ke periode setiap kepemimpinan kepala negara maupun kepala daerah,

Padahal negeri yang hidup dengan budaya “Satu Tungku Tiga Batu” ini dan bisa dikatakan “Indonesia Mini” ada disni telah melahirkan banyak orang-orang hebat di negeri ini, termasuk Ngabalin.

“Kami tidak bisa terbang hari selasa, (30/11) karena tiket full, hanya sebagian rombongan saja, dan saya terpaksa tunda sampai hari rabu, (1/12) baru berangkat padahal kita ini staf ahli Presiden. begitu susahnya di Fakfak, padahal disini ada orang-orang hebat diberbagai bidang”, Ungkap Ali Ngabalin. (RR)

mataradar news

error: Content is protected !!