Home Nasional Pengelolaan Dana Desa Tidak Tepat Sasaran Bisa Berdampak Hukum, Jokowi : Hati-hati

Pengelolaan Dana Desa Tidak Tepat Sasaran Bisa Berdampak Hukum, Jokowi : Hati-hati

Views : 211
WhatsApp Image 2021-12-20 at 17.25.35

Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Ir. H Joko Widodo dalam acara peluncuran Sertifikat Badan Hukum dan Peresmian Pembukaan Rakornas BUM Desa, Minggu, (20/12) merincikan total kucuran dana desa melalui APBN dan realisasinya secara fisik dilapangan cukup besar.

Menurut Jokowi, perimbangan antara realisasi anggaran dengan hasil kerja dilapangan sangat baik namun perlu ditingkatkan lagi karena dana Desa setiap tahun terus bertambah, hal itu disampaikan Jokowi melalui daring / Youtube Kemendes yakni, BUM Desa.

Dijelaskan lebih lanjut pada Rakornas BUM Desa tersebut, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa sejak tahun 2014, pemerintah telah berkomitmen untuk membangun negara indonesia dari pinggiran, perbatasan, dari desa, bukan Jawa Sentris tetapi Indonesia Sentris,

“Yang kita bangun juga bukan yang besar-besar saja, jalan tol misalnya, atau pelabuhan, atau air port / bandara, bukan yang besar saja tetapi juga kita bangun jalan di desa-desa, embung kecil dan memperbaiki pasar rakyat”, Ulas Presiden.

Presiden Ingatkan kepada seluruh perangkat pemerintah desa/kampung  bahwa penyaluran dana desa sejak tahun 2015 – 2021 saat ini cukup besar, totalnya hingga Rp. 400,1 Triliun.

“Dimulai dari Tahun : 2015 sebesar Rp. 20,8 Triliun, 2016 sebesar Rp. 46,7 Triliun, 2017 sebesar Rp. 59,8 T, 2018, sebesar Rp. 59,8 T, dan 2019 sebesar Rp. 69,8 T, serta 2020 sebesar Rp. 71,1 T, terkahir 2021 sebesar Rp. 72 T, total Rp. 400,1 Triliun” Beberap Presiden Joko Widodo.

Jokowi juga dihadapan tamu dan undangan menyampaikan bahwa berdasarkan grafik APBD Desa, angkanya meningkat, karena tahun 2014 rata-rata desa menerima Rp. 329 Juta, sedangkan di Tahun 2015 lagi naik menjadi Rp. 701 Juta, ke tahun 2021 naik lagi menjadi Rp. 1,6 Miliar, 

“Hati-hati pengelolaan dana desa karena jumlahnya tidak sedikit, ini total kucuran dana yang cukup besar, dari 400,1 Triliun itu gede sekali, begitu salah sasaran dan tata kelolanya tidak baik bisa lari kemana-mana, perlu saya ingatkan”, Warning Presiden.

Meskipun telah memberikan warning terhadap aparat desa/kampung dalam hal pengelolaan dana desa/kampung, Namun Jokowi mengakui dari penggunaan dana tersebut sangat terlihat hasilnya dilapangan.

“Jalan desa sudah terbangun 227 ribu Km, embung sudah terbangun 4.500 unit, irigasi 71 ribu unit, jembatan 1.300 meter, pasar desa, 10.000.300 unit, BUM Desa telah mencapai 57.200 unit,

Sedangkan untuk peningkatan kwalitas hidup berupa air bersih sebesar 1,2 juta Km, Posyandu 38.000 unit, polindes 12.000 unir, drainase 38.000 meter, sumur 59.000 unit, PAUD ada tambahan 56.000 unit,”, Terang Jokowi, Ini yang kelihatan.

Presiden mengingatkan bahwa bukan persoalan angka yang dapat dikumpulkan melainkan dia berharap manfaat dilapangan bisa dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Jangan hanya dapat sertifikat badan hukum kemudian buat plan bahwa rincian dan kegiatan dana desa tapi kegiatanya tidak ada, kwalitas kegiatanya tidak jelas, kalian harus berikan manfaat ekonomi kepada masyarakat yang bersumber dari dana desa/kampung”, Tegas Presiden.

BUM Desa harus mampu ciptakan persaingan ekonomi yang sehat di Desa, paling tidak, pesan presiden, BUM DEsa mendukung kios-kios kecil yang ada di desa,

“Jangan karena melihat kiosnya kecil lalu BUM Desa bangun kios lebih besar, sama saja mematikan usaha yang lainya,”, Ungkap Presiden.

Presiden Berpesan Kepada Pengusaha Besar atau BUMN di Desa agar Melibatkan BUM Desa Didalam Pembangunan Pengembangan Ekonomi :

BUM Desa harus mampu mengkonsolidasikan usaha rakyat untuk menjadi pasokan, BUM Desa mendorong usaha kecil di kampung untuk bekerja sama dengan usaha – usaha lain.

“Saya berpesan kepada usaha-usaha besar lainya maupun BUMN dan lain-lain yang ada di daerah dan Desa/kampung untuk mengikutkan BUM Desa dalam kegiatan pengelolaan ekonomi, jangan yang di Desa jadi penonton hasil ekonomi yang besar di wilayahnya sendiri”, Tegasnya. (ret)

mataradar news

error: Content is protected !!