Home Nasional Grand Launching 47 Proyek Investasi Keberlanjutan Senilai Rp. 155,12 Triliun.

Grand Launching 47 Proyek Investasi Keberlanjutan Senilai Rp. 155,12 Triliun.

Views : 321
WhatsApp Image 2022-03-18 at 06.44.01

Laporan : Rustam Rettob / Wartawan.

Jakarta – Kementerian Investasi/BKPM-RI melakukan Grand Launching Investasi Keberlanjutan yang berlangsung di Hotel Fairmont, Jakarta, pagi (17/3). kemarin,

Acara tersebut dihadiri oleh para awak media baik yang hadir langsung maupun secara daring, dan Mataradarnews.com (Grup Mataradarindonesia.com) hadir secara daring.

Berdasarkan pantauan media ini bahwa Grand Launching tersebut dilaksanakan Kementerian Investasi Republik Indonesia, hadir dalam acara tersebut adalah Menteri Investasi / Kepala BKPM – RI, Bahlil Lahadalia,

Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dan beberapa Menteri lainya, bahkan ada beberapa menteri yang hadir secara daring seperti Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Menteri Investasi/Kepala BKPM-RI samapikan bahwa, proyek Investasi berkelanjutan yang resmi diluncrkan terdiri dari sektor pariwisata, sector kawasan industri, sector infrastruktur, dan sector industry.

Kegiatan tersebut merupakan Side Event G20 pertama yang dilaksanakan oleh Kementerian Investasi/BKPM dan dihadiri oleh sejumlah Duta Besar negara G20 untuk Indonesia, perwakilan Kementerian/Lembaga lainnya, serta perwakilan pemerintah daerah.

Bahlil dalam paparanya menyampaikan bahwa Kementerian Investasi/BKPM menawarkan 47 proyek investasi senilai total Rp155,12 triliun yang telah dilengkapi dengan pra studi kelayakan (pra feasibility study/pra fs).

Dari 47 Proyeksi Investasi Keberlanjutan, terdapat empat sektor proyek investasi yaitu pariwisata, kawasan ekonomi, industri, dan infrastruktur yang tersebar di 33 provinsi.

Menteri Investasi menjelaskan bahwa ke depan Indonesia mendorong sektor prioritas investasi yang berfokus pada penciptaan nilai tambah.

Investasi tidak hanya berperan penting dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi, melainkan juga dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Dijelaskan bahwa, proyek Investasi berkelanjutan disusun dalam kurun waktu 2 (dua) tahun. dokumen tersebut menjadi rujukan data peluang investasi yang memberikan gambaran komprehensif dan mendetail kepada para investor.

Dikatakan bawah, Kepemimpinan Presiden Joko Widodo telah berkomitmen agar Indonesia harus ramah investasi, dan investasi tidak saja untuk yang besar bahkan investasi yang kecil didalam maupun diluar pulau jawa harus menjadi perhatian pemerintah.

Eks. Loper koran yang kini menjadi orang nomor satu di Kementerian Investasi itu mengambarkan progress pertumbuhan dan perekmbangan Investasi Tahun 2020-2021 kemarin naik melampaui target sebagaimana taregt yang diberikan Presiden Joko Widodo.

Ia katakan bahwa ada beberapa negara yang selama ini tidak bisa melakukan Investasi di Indonesia sekarang sudah bisa bahkan nilai investasinya lebih tinggi, seperti Singapoera, dan Vietnam serta beberapa negara lagi.

Bekas Sopir Angkut di Fakfak – Papua Barat itu tegaskan bahwa Indonesia tidak anti dengan Investor asing namun demikian setiap investor yang masuk tentu harus tunduk dan patuh pada aturan yang berlaku di republik, “Indonesia harus berdaulat dan mampu berdiri diatas kakinya sendiri”, Tegasnya

“Investasi Indonesia di Tahun 2019 sampai 2021, barang untuk mesin logam sekarang nomor satu, karena 2019 hanya 61 Triliun, di tahun 2020 ada diangka Rp. 94 Triliun, dan di tahun 2021 sebesar Rp. 117 Triliun.

Hal ini dibuktikan dengan ekspor Indonesia ke China dimana tahun 2018 devisit mencapai 16-18 USDollar sekarang devisitnya tidak lebih dari 2 USDollar karena digenjot dengan program yang telah dicanangkan pada pemerintahan sebelumnya”, Urai pria yang pernah kena busung lapar di Jayapura ini.

Bahlil katakan, Indonesia kedepan sudah mendorong sektor-sektor investasi dimana pemerintah akan focus untuk melakukan hilirisasi karena ini merupakan Instrumen terpenting untuk bagaimana melakukan nilai tambah dan sekaligus untuk menciptakan upah tenaga kerja yang cukup.

“Hilirisasi ini sudah dilakukan memulai dari nikel, Indonesia konsisten untuk mendorong energy baru terbarukan, dan Indonesia konsisten untuk mendorong investasi yang ramah lingkungan,

Atas dasar itu pemerintah melarang ekspor ornikel tujuanya adalah untuk pemerintah selanjutnya membangun industry bateray salah satu terbesar didunia,

Hari ini LG sudah memulai pembangunan dengan nilai investasi sebesar Rp. 182 Triliun bekerja sama dengan BUMN Indonesia yang memulai dari hulu, tambang, smelter, dan lain-lain”, Urai Mantan Bendahara Umum PB HMI itu,

mataradar news

error: Content is protected !!