Home Nasional Bahlil Ungkap Minat 9 Perusahaan PEA Berinvestasi di Indonesia,

Bahlil Ungkap Minat 9 Perusahaan PEA Berinvestasi di Indonesia,

Views : 114
WhatsApp Image 2021-11-06 at 07.27.50

“Beberapa perusahaan yang hadir menyampaikan komitmennya untuk menanamkan modal di Indonesia menambahkan perjanjian b-to-b yang dipertukarkan di depan pimpinan kedua negara sebesar USD32,7 miliar. Di antaranya adalah Al Dahra Group (dairy products), Yas Holding (agriculture), Emirates Global Alumunium (smelter alumunium), Damac Properties (properti), dan AMEA Power (energi terbarukan). Dengan total komitmen yang menjadi keseluruhan USD44 miliar, termasuk dengan nilai investasi dari Nota Kesepahaman antara Kementerian Investasi/BKPM dengan Air Products dari Amerika Serikat senilai USD15 miliar”

Jakarta – Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kegiatan Forum Investasi Indonesia-Persatuan Emirat Arab (PEA) kemarin (4/11) di Dubai,

PEA. Pertemuan bisnis ini dihadiri oleh 9 perusahaan PEA yang sudah memiliki minat investasi ke Indonesia baik untuk investasi baru maupun untuk perluasan.

Melalui data yang diperoleh media ini, Presiden Jokwi menyampaikan tiga sektor pembangunan di Indonesia yang bisa dijadikan prioritas kerja sama yaitu pembangunan ibu kota baru Indonesia, investasi bidang transisi energi, dan perdagangan melalui kerja sama Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA).

Menteri Investasi/Kepala BKPM turut menyampaikan kesiapannya untuk menyambut investasi dari PEA dengan menekankan pada 3 poin yaitu energi terbarukan, industri berbasis pengelolaan lingkungan yang baik, dan investasi dengan kolaborasi yang baik.

Beberapa perusahaan yang hadir menyampaikan komitmennya untuk menanamkan modal di Indonesia menambahkan perjanjian b-to-b yang dipertukarkan di depan pimpinan kedua negara sebesar USD32,7 miliar. Di antaranya adalah :

Al Dahra Group (dairy products), Yas Holding (agriculture), Emirates Global Alumunium (smelter alumunium), Damac Properties (properti), dan AMEA Power (energi terbarukan).

Dengan total komitmen yang menjadi keseluruhan USD44 miliar, termasuk dengan nilai investasi dari Nota Kesepahaman antara Kementerian Investasi/BKPM dengan Air Products dari Amerika Serikat senilai USD15 miliar.

Bahlil menyampaikan pada saat menghadiri pertemuan Indonesia – PEA (Persatuan Emirat Arab) Investment Forum mendampingi Presiden Jokowi kemarin,

“saya menekankan bahwa Indonesia akan melakukan respon cepat untuk mewujudkan konsep investasi bersama yang telah dibangun,

Kami di Kementerian Investasi/BKPM akan mengurus segala sesuatu yang terkait dengan perizinan ataupun fasilitas lainnya yang dibutuhkan oleh para investor di Indonesia.

Percepatan-percepatan harus dilakukan agar apa yang menjadi misi besar kita untuk Indonesia Maju bisa terwujud dengan baik”, Ucap Bahlil. (MN-1)

mataradar news

error: Content is protected !!