Home Kesehatan Hasil Vaksinasi di Provinsi Maluku Masih Dibawah 70 Persen, Mendagri Ingatkan Hal ini

Hasil Vaksinasi di Provinsi Maluku Masih Dibawah 70 Persen, Mendagri Ingatkan Hal ini

Views : 230
WhatsApp Image 2021-12-27 at 12.02.25

Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta kepala daerah di Provinsi Maluku dapat mengejar target vaksinasi sebanyak 70 persen untuk dosis pertama hingga akhir Desember 2021.

Hal ini berkaitan dengan target vaksinasi yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Maluku sendiri, saat ini menjadi salah satu provinsi yang capaian vaksinasinya masih di bawah 70 persen.

Presiden, kata Mendagri, pada rapat terbatas (Ratas) selalu menekankan daerah yang tingkat vaksinasinya rendah agar dapat terus didorong. Jangan sampai, jarak laju vaksinasi antardaerah tersebut terpaut terlalu jauh.

“Kalau posisinya jomplang, akan mempengaruhi capaian (vaksinasi secara) nasional,” ujar Mendagri saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Covid-19 dan Percepatan Vaksinasi di Maluku yang berlangsung di Aula Kantor Gubernur Maluku, Jumat (24/12/2021) lalu yang diterima media ini.

Rakor tersebut diikuti oleh Gubernur Maluku, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku, kepala daerah se-Maluku, serta beberapa pejabat terkait lainnya. meski laju kasus pandemi Covid-19 di Indonesia terbilang membaik,

Mendagri mengingatkan agar kepala daerah tak lengah. Apalagi saat ini bertepatan dengan momen Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ia tak ingin pada periode Nataru ini terjadi kerumunan yang berpotensi menimbulkan penularan Covid-19, terlebih lagi setelah munculnya varian Omicron.

Karena itu, Mendagri meminta dukungan dari seluruh kepala daerah dalam meningkatkan capaian vaksinasi sesuai target. Dukungan juga perlu diberikan oleh seluruh jajaran Forkopimda serta sumber daya lainnya.

Mendagri mengatakan, berdasarkan pengalaman, keberhasilan suatu daerah dalam mencapai target vaksinasi yakni berkat adanya sinergisitas antarseluruh pihak terkait.

Sementara itu, Gubernur Maluku Murad Ismail menjelaskan sejumlah kendala yang dihadapi dalam meningkatkan laju vaksinasi.

Beberapa di antaranya terkait minimnya ketersediaan jaringan internet, khususnya di pulau terpencil; kurangnya ketersediaan lemari pendingin untuk penyimpanan vaksin; rendahnya konektivitas antarwilayah; serta cuaca ekstrem pada waktu-waktu tertentu. (rls/rr)

mataradar news

error: Content is protected !!