Home Kesehatan Jangan Suudzon! Bangun Kaimana Tidak Cukup Dengan APBD, Bupati : Kita Butuh Support dari Pihak Lain.

Jangan Suudzon! Bangun Kaimana Tidak Cukup Dengan APBD, Bupati : Kita Butuh Support dari Pihak Lain.

Views : 218
WhatsApp Image 2022-04-19 at 18.24.18

Kaimana – Bupati Kaimana, Freddy Thie memberikan respon dan penjelasan terkait dengan tujuan dilakukanya aksi penandatanganan Letter of Intent antara Pemerintah Kabupaten Kaimana dengan Duta Besar Negara Republik Seychelles Mr. Nico Barito di Taman Jokowi – Iriana kemarin.

“Nampaknya masih ada di antara kita yang salah paham dengan aksi penandatanganan Letter of Intent antara Pemerintah Kabupaten Kaimana dengan Duta Besar Negara Republik Seychelles Mr. Nico Barito di Taman Jokowi – Iriana beberapa saat lalu”, Ungkpanya.

Dikatakan Freddy bahwa sampai saat ini ada yang berasumsi bahwa kerja sama tersebut dapat memberatkan APBD Kabupaten Kaiman, bahkan ada yang mempertanyakan pemberdayaan pihak-pihak yang punya kepedulian pada pariwisata dan konservasi Kabupaten Kaimana lantaran terjadinya penandatanganan komitmen awal dengan Republik Seychelles itu, Tanggap Bupati Kaimana.

Untuk mendapatkan keterangan dan Penjelasan yang singkat mengenai tujuan aksi penandatanganan Letter of Intent antara Pemerintah Kabupaten Kaimana dengan Duta Besar Negara Republik Seychelles Mr. Nico Barito di Taman Jokowi – Iriana kemarin, penting rasanya menurut Bupati, untuk memberikan penjelasan agar tidak menimbulkan tafsiran-tafsiran liar di tengah masyarakat.

Pertama; Letter of Intent yang telah Saya tandatangani bersama Mr. Nico merupakan komitmen awal antara Pemerintah Republik Seychelles dan Pemerintah Kaimana untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya air lewat program -progran kreatif dan inovatif sebagai sumber pertumbuhan ekonomi kita dengan tetap menjamin usaha dan kelestarian lingkungan. Konsep ini kita kenal dengan istilah ekonomi biru.

Seychelles merupakan negara yang memberi perhatian serius terhadap isu penyelamatan lingkungan, khususnya kelautan.

Sedangkan Kaimana merupakan daerah yang memiliki potensi maritim yang sangat besar, namun belum memiliki konsep pemanfaatan secara balance antara ekonomi dan ekologi.

Sebab itulah Republik Seychelles melalui Mr. Nico merasa perlu untuk membantu kita secara cuma-cuma menerapkan konsep ekonomi biru ini. Terlebih, antara Indonesia dengan Seychelles sudah menjalin kerjasama terkait penerapan ekonomi biru di dalam negeri.

Jadi kita tidak mengeluarkan uang sepeser pun dalam pelaksanaan komitmen ini. Kita tidak sedang belanja barang atau jasa, tetapi kita sedang menjalin hubungan yang baik di dalam kegiatan yang sama, yaitu konservasi untuk masa depan manusia di muka bumi.

Kedua, Komitmen kita dengan Republik Seychelles bukan untuk menegasikan keberadaan pihak-pihak yang punya kepedulian terhadap masa depan Kab Kaimana, khususnya dalam sektor kemaritiman dan pariwisata.

Justru dengan adanya komitmen kita dengan Seychelles ini akan semakin membutuhkan kolaborasi dan kerja sama yang kuat antara Pemda Kaimana dengan semua pihak yang ada di Kaimana ini.

Karena secara teknis, pelaksanaan komitmen ini adalah kita yang mendiami daerah ini. “Jadi Saya pastikan, semua pihak akan dilibatkan dan diajak berkolaborasi dalam membangun daerah ini.”, Urianya.

Ketiga, Untuk menuju Visi Kaimana Maju, Adil dan Sejahtera dibutuhkan kerja-kerja kreatif dan inovatif. Salahsatunya memperluas jaringan dan memperbanyak hubungan kerja sama.

Baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Baik hubungan Government to Government maupun Government to Business. Sebab kita, kata dia, tidak bisa hanya mengadalkan APBD untuk membangun daerah ini. Kita butuh support dari pihak lain.

“Makanya Saya rajin keliling ke kantor-kantor Kementerian di Jakarta. Saya intens berkomunikasi dengan Kepala Daerah lain di Indonesia,

Saya berkunjung ke kampus -kampus ternama di dalam negeri. Ini semua adalah upaya kita untuk menjalin hubungan serta mencari bantuan untuk membangun daerah ini.”, Urainya, (rls/rr)

mataradar news

error: Content is protected !!