Home Kesehatan Dinas Kesehatan Apresiasi Vaksinasi yang Digelar PMI Kabupaten Fakfak.

Dinas Kesehatan Apresiasi Vaksinasi yang Digelar PMI Kabupaten Fakfak.

Views : 219
WhatsApp Image 2021-12-04 at 04.11.33

“Lindungi diri dan Keluarga dari Covid – 19 : Saaya sudah Vaksin, Baru Ko Kapan Vaksin, Nia, Now, Nan, Jangan Lupa !Tetap PAKAI MASKER, JAGA JARAK, dan selalu CUCI TANGAN PAKE SABUN agar terhindar dari Covid – 19”

Fakfak – Palang Merah Indonesia (PMI) merupakan Organisasi Sosial Kemasyarakat yang bergerak dibidang kemanusiaan, juga berkomitmen untuk memberikan layanan tanpa memihak golongan politik, ras, suku, ataupun agama tertentu.

Menindak lanjut hasil Bimbingan Teknis yang belum lama ini dilaksanakan  di Kota Sorong, Palang Merah Indonesia Kabupaten Fakfak, Jumat, (3/11) kemarin menggelar Vaksinasi bertempat di Kampus STIA Asy-Syfai`iyah Fakfak – Papua Barat.

Vaksinasi yang berlangsung sehari itu dilaksanakan sebagai bagian yang tak terpisahkan untuk mempertegas bagaimana PMI bergerak dibidang sosial kemasyarakatan serta mendukung dan siap menyukseskan program Vaksinasi Nasional.

Selain itu kegiatan tersebut sengaja dilaksanakan di STIA Asy-Syafi`iyah Fakfak dalam rangka memperingati Dies Natalis Ke – 22 Tahun (5 Desember 2021) besok, serta merupakan aksi sosial untuk mendukung program pemerintah daerah Kabupaten Fakfak.

Sasaran Vaksinasi yang dilaksanakan dengan mengundang Tim Vaksinator dari Puskesmas Distrik Werba kemarin adalah terdiri dari Masyarakat Umum, Mahasiswa, Pelajar, yang usianya (17 tahun ke atas),

Hasil Vaksinasi yang dilaksanakan di Kampus STIA Asy-Syafi`iyah Fakfak kemarin bertepatan dengan Dies Natalis Ke – 22 Tahun dan didukung berbagai tingkatakan pemerintah itu berhasil memvaksinkan 62 Orang,

“Kegiatan Vaksinasi ini dilaksanakan selain menindaklanjuti hasil Bimtek di Kota Sorong beberapa waktu lalu, Vaksin ini juga bagian dari program nasional dan PMI secara langsung memberikan dukungan kepada pemerintah daerah untuk mengejar target Vaksinasi 11.000 orang yang belum divaksin sehingga angka partisipasi Kabupaten Fakfak di Papua Barat dari urutan ke – 3 bisa naik menjadi urutan – 2 bahkan urutan – 1 angka”, Jelas Ashary.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, Gondo Suparpto ketika diminta tanggapan terkait Vaksinasi yang digelar oleh PMI Kabupaten Fakfak, menurut Gondo, pihaknya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh PMI Kabupaten Fakfak, termasuk organisasi sosial kemasyarakat lainya, TNI-Polri yang telah melaksanakan kegiatan Vaksinasi selama ini.

Menurutnya, apresiasi itu disampaikan karena saat ini Kabupaten Fakfak diberikan target selama selama 20 hari kedepan harus mengjar target 11.000 orang yang belum divaksin oleh karena itu dengan adanya vaksinasi yang dilaksanakan oleh PMI Kabupaten Fakfak adalah partisipasi yang bersifat wujud nyata dalam mendukung pemerintah.

“Kami selaku pemerintah terutama Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh PMI Kabupaten Fakfak atas digelarnya Vaksinasi Massal tersebut dan ini merupakan wujud nyata PMI Kabupaten Fakfak mendukung program pemerintah secara nasional dan mendongkrak angka partisipasi Vaksinai Kabupaten Fakfak di Papua Barat”, Tutur Gondo.

Gondo melalui kesempatan kemarin juga menguraikan hasil perkembangan Vaksinasi, Jumat, (3/12) kepada mataradarnews dalam rangka mengejar target 11.000 orang yang belum divaksin,

Diuraikan bahwa Cakupan kegiatan Vaksinasi, Jumat, (3/12) dengan berbagai titik pelaksanaan di Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Fakfak antara lain, 

Puskesmas Sekban, Dosis 1 sebanyak 36 orang. Dosis 2 sebanyak 6 orang, total 42 orang, Puskesmas Fakfak Tengah : Dosis 1 sebanyak 16 orang, Dosis 2 sebanyak 4 orang, total 20 orang.

Puskesmas Kramomongga : Dosis 1 sebanyak 1 orang, Dosis 2 sebanyak 1 orang, total 2 orang, Puskesmas Werba : Dosis 1 sebanyak 53 orang, Dosis 2 sebanyak 9 orang, total 62 orang, Puskesmas Degen (2 Desember 2021) : Dosis 1 sebanyak 52 orang, Dosis 2 sebanyak 6 orang,. total 58 orang.

Total cakupan:  Dosis 1 sebanyak 158 orang, Dosis 2 sebanyak 26 orang ( total dosis 1 dan 2 = 184 org), Pemakaian Vaksin: Sinovac@2 Dosis sebanyak 92 vial.

“Jumat, (3/12) kemarin,  Jumlah sasaran  vaksin : 56.990 orang, Jumlah sasaran yg telah divaksin dosis I  : 30.455 orang  (53,4%), Jumlah sasaran yang telah divaksin dosis II : 17.330 orang (30,4%),

Total dosis I dan II  sebanyak 47.785 orang (41.9%), Jumlah dosis ke III : 286 orang (0,5%), Ketersediaan Vaksin di 10 Fasyankes dan Dinkes : 11.286 dosis, SinoVac@2 dosis sebanyak 11.230dosis, Moderna@14 dosis sebanyak 56 dosis”, Ungkapnya.

Bahar, salah satu warga atau peserta Vaksinasi mengungkapkan, Ia merasa terfasilitasi dengan kegiatan vaksin yang diberikan PMI karena untuk mendapatkan vasksin sangatlah mudah.

“Cara daftarnya sangat mudah, persyaratannya tidak rumit karena hanya menunjukkan KTP secara offline, kuota masih ada, tidak disulitkan sama sekali, dan vaksin yang tersedia lengkap, terima kasih kepada seluruh panitia yang terlibat, dan semangat selalu untuk PMI dan para tenaga kesehatan di kabupaten fakfak” Pungkas Bahar.

Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama PMI Kabupaten Fakfak bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak, Pemerintah Provinsi Papua Barat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ICRC, Puskesmas Werba, STIA Asy-Syafi`iayh Fakfak, (RR)

“Ayo Ikuti Vaksinasi Covid – 19 untuk lindungi diri, keluarga, dan masyarakat”

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 14 TAHUN 2021

Tentang : 

Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19

Pasal 13A ayat (1) menyebutkan pendataan dan penetapan sasaran penerima Vaksin COVID-19 dilakukan oleh Kemenkes.

“Setiap orang yang telah ditetapkan sebagai sasaran penerima Vaksin COVID-19 berdasarkan pendataan sebagaimana dimaksud wajib mengikuti Vaksinasi COVID-19,”

bunyi Pasal 13A ayat (2). Kewajiban tersebut dikecualikan bagi sasaran penerima vaksin yang tidak memenuhi kriteria penerima Vaksin COVID-19 sesuai dengan indikasi Vaksin COVID-19 yang tersedia.

“Setiap orang yang telah ditetapkan sebagai sasaran penerima Vaksin COVID- 19 yang tidak mengikuti Vaksinasi COVID- 19 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dikenakan sanksi administratif, berupa: a. penundaan atau penghentian pemberian jaminan sosial atau bantuan sosial; b. penundaan atau penghentian layanan administrasi pemerintahan; dan/atau c. denda,” bunyi ketentuan Pasal 13A ayat (4).

Tim Vaksinator sedang melakukan observasi terhadap peserta Vaksin sebelum dilakukan sunti obat Vaksin, ( foto : mataradarnews)

Tersedia Vaksin Dosisi – 1 dan Vaksin Dosis – 2 oleh Tim Vaksinator dari Puskesmas Werba, (foto : mataradarnews)

mataradar news

error: Content is protected !!