Home Hukum & Kriminal Seekor Ikan Paus Mengapung di Fakfak Sulit Dievakuasi Petugas, Kabarnya Telah Mati. ?

Seekor Ikan Paus Mengapung di Fakfak Sulit Dievakuasi Petugas, Kabarnya Telah Mati. ?

Views : 220
ikan paus terdampar di fakfak

“Satuan Polisi Perairan dan Udara, Sat Polairud Polres Fakfak sulit untuk melakukan upayah evakuasi terhadap salah satu hewan mamalia alias Ikan Hiu Paus yang kini terdampar di pantai Kampung Tunas Gain, Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak – Provinsi Papua Barat”

Fakfak – Satuan Polisi Perairan dan Udara, Sat Polairud Polres Fakfak sulit untuk melakukan upayah evakuasi terhadap salah satu hewan mamalia alias Ikan Paus yang kini terdampar di pantai Kampung Tunas Gain, Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak – Provinsi Papua Barat.

Hewan mamalia ini dikabarkan terdampar sejak, Selasa, (16/11) kemarin bertepatan dengan HUT Kota Fakfak Ke – 121 Tahun, dan sampai saat ini belum berhasil dievakuasi karena jenis ikan tersebut cukup besar, dan kabarnya diterima Kasat Polairud, rabu, (17/11) siang kemarin, hewan mamalia itu katanya telah mati.

“Memang sulit s`kali kita lakukan evakuasi karena jenis ikanya terlalu besar, panjang saja kurang lebih mencapai 12 meter lebih dan lebar 1 meter lebih

Sedangkan ukuran berat saja diperkirakan kurang lebih mencapai 7-8 ton, kabar yang kami peroleh dari lokasi terdamparnya ikan itu katanya sudah mati sehingga kami berpikir bagaimana caranya mau kita evakuasikan”, Terang Arief Rumra.

Kasat Polairud katakan bahwa jika ikan hiu paus tersebut dipastikan sudah mati maka akan dilakukan upayah evakuasi dengan 3 solusi, dibakar, ditenggelamkan, dan atau ditanam.

Namun dilihat dari pengalaman ikan hiu paus yang belum lama ini juga ditemukan di Fakfak Barat, sepertinya akan ditarik menggunakan kapal motor yang ukuran GT besar agar dilepas dibelakang pulau panjang.

“Nanti kita lihat kondisi ikan itu, kalau memang sudah mati ya kita lihat peluang tiga solusi mana yang tepat, kita bakar ka, kita tenggelamkan ka, atau kita gali lubang lalu tanam”, Jelas Airef.

Sebelumnya, kurang lebih sekitar jam 15.00 WIT ketika memperoleh informasi awal terdamparnya ikan hiu pasu terdampar di Tunas Gain, Distrik Fakfak Timur,

Menurut Arief, tim gabungan evakuasi tiba di pesisir pantai lokasi dan mengambil tindakan pengecekan kondisi ikan paus berupa pengukuran panjang kurang lebih 12,20 meter dan lebar kurang lebih 1,20 meter

Kemudian melakukan upaya evakuasi ikan paus tersebut dengan mengikat tali dibagian sirip dan ditarik menggunakan kapal Polisi milik Polairud C3 KP- 1014 yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam.

Namun upaya evakuasi penyelamatan ikan paus selama 2 jam,  yang terdampar di pesisir pantai Kampung Tunas Gain itu terkendala kondisi air yang surut sehingga tim evakuasi yang dipimpinya memutuskan untuk kembali ke Markas Komando Satuan Polairud Polres Fakfak pada jam 17.00 Wit, terang IPTU. Arief Rumra via ponselnya kepada media ini, 

“Hari ini (18/11) kami akan segera ke lokasi TKP untuk memastikan bahwa kalau sudah mati maka suka atau tidak suka kami akan tarik menggunakan kapal motor yang ukuran GT-nya besar, takutnya akan terjadi pencemaran lingkungan di lokasi sekitarnya jika ikan tersebut sudah mati”, Tegas Rumra, (RR)

mataradar news

error: Content is protected !!