Home Daerah Penutupan IOG 2021, Bangun Kesepahaman Bersama Tentang Peran Strategis Industri Hulu Migas Sebagi Pilar Energi Utama Di Masa Transisi Net Zero Emission

Penutupan IOG 2021, Bangun Kesepahaman Bersama Tentang Peran Strategis Industri Hulu Migas Sebagi Pilar Energi Utama Di Masa Transisi Net Zero Emission

Views : 119
WhatsApp Image 2021-12-01 at 21.04.00 (1)

Denpasar – Kovensi industri hulu minyak dan gas bumi terbesar di Indonesia, The 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2021, ditutup dengan kesepahaman bersama bahwa industri hulu migas akan terus menjadi pilar utama energi di tengah kesadaran global akan pentingnya transisi energi dari energi fosil ke energi baru dan terbarukan yang lebih bersih.

Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani mengingatkan bahwa optimalisasi peran tersebut mendesak dilakukan, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. “Sekarang adalah waktunya. Kita hanya punya jeda waktu yang sangat sempit untuk memanfaatkan industri hulu migas untuk mendukung transisi energi secara berkelanjutan atau in sustainable way,” ujarnya saat menutup konvensi IOG 2021, Rabu (1/2), di Denpasar, Bali. Konvensi yang telah dilakukan secara 3 (tiga) hari, dilakukan secara hybris da dapat disaksikan masyarakat luas secara virtual. Pembukaan konvensi dihadiri oleh sekitar 145 ribu orang.

Industri hulu migas Indonesia – tambah Fatar – menyimpan potensi besar yang belum disentuh kegiatan eksplorasi. Guna menggali potensi besar ini, industri hulu migas siap bekerja sama dengan investor baik dari dalam dan luar negeri. Pemerintah pun berkomitmen untuk menawarkan pengembalian investasi yang kompetitif, meningkatkan kemudahan berusaha, dan menunjukkan kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan dan pihak terkait. Hal-hal tersebut bertujuan untuk memberikan jaminan jangka panjang tentang kestabilan regulasi di Indonesia.

Industri hulu migas telah memainkan peran penting tidak hanya sebagai penyuplai energi tetapi juga salah satu pilar ekonomi negara Indonesia. Manfaat kehadiran sektor ini tidak terbatas di dalam industri sendiri tetapi juga mengalir ke berbagai industri penunjang yang bertumbuh bersama industri hulu migas. “Peran strategis ini akan terus berlanjut seiring dengan perjalanan Republik Indonesia yang memasuki usia 100 tahun pada 2045 nanti,” ujar Fatar.

Posisi industri hulu migas yang masih akan berada di titik strategis sehingga perlu dikembangkan, pernah disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pidato kenegaraan saat peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 8 Agustus 2021 lalu. Presiden menyampaikan lima strategi untuk mencapai target produksi 1 juta BOPD minyak dan 12 BSCFD gas di tahun 2030. Lima strategi tersebut adalah optimalisasi produksi dari lapangan yang sudah ada; mempercepat transformasi cadangan menjadi produksi; mempercepat penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR); menggalakkan eksplorasi secara masif; dan mempercepat reformasi regulasi melalui kebijakan perizinan satu pintu dan pemberian insentif untuk industri hulu migas.

Dengan adanya komitmen Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060, peran industri hulu migas, terutama gas bumi, menjadi semakin krusial seiring dengan komitmen pemerintah untuk pelan-pelan mengurangi pemakaian energi batubara. Gas bumi sebagai alternatif energi yang lebih besar akan memainkan peran penting dalam masa transisi menuju energi baru terbarukan.

Fatar mengatakan perjalanan menuju Net Zero Emission serta peran penting sektor hulu migas dalam rangka kelanjutan ketahanan energi dan kestabilan makroeknomi menciptakan tantangan tersendiri, utamanya bagaimana sektor ini dapat melakukan eksplorasi dan produksi dengan cara-cara yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. “Perlu diingat bahwa perjalanan menuju Net Zero Emission bukanlah merupakan sprint tetapi marathon. Kita semua harus bertransformasi dan transformasi tersebut harus dimulai hari ini,” ujar Fatar pada penutupan konvensi.

Konvensi IOG 2021 berlangsung selama tiga hari dari 29 November sampai 1 Desember 2021. Kegiatan ini dilaksanakan di Denpasar, Bali, dan disaksikan secara virtual oleh publik luas baik dari dalam maupun luar negeri. Acara ini menampilkan 7 pembicara utama dari dalam dan luar negeri; 5 diskusi panel, 11 concurrent forums; serta CEO forum yang dihadiri wakil kepala SKK Migas bersama 7 pimpinan Kontraktor KKS. Seluruh rangkaian acara ini disaksikan oleh lebih dari 140.000 audiens setiap harinya.

Konvensi IOG 2021 ditutup dengan beberapa kegiatan penting, yaitu Penandatanganan 41 Kesepakatan Komersial; SKK Migas Award; dan peluncuran Buku Data Kemampuan Nasional.

Penandatanganan 41 Kesepakatan Komersial. 

Sebanyak 41 kesepakatan komersial ditandatangani bertepatan dengan hari terakhir konvensi IOG 2021. Kesepakatan tersebut meliputi 12 perjanjian jual beli dengan total komitmen pasokan sebesar 189 miliar british thermal unit per hari (BBTUD) dan 620 ribu metrik ton LPG per tahun, 1 heads of agreement (HoA), 2 memorandum of understanding (MoU), dan 26 perjanjian sebagai implementasi penyesuaian harga gas bumi dengan volume sebesar 926 BBTUD. Rentang durasi kontrak dari 2 hingga 14 tahun.

“Potensi penerimaan untuk penjualan gas bumi dan LPG tersebut mencapai US$ 3,62 Miliar dengan penerimaan Bagian Negara sebesar US$1,14 miliar,” kata Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani usai menyaksikan acara penandatanganan.

Penandatanganan kontrak-kontrak gas ini, tidak hanya menghasilkan pendapatan, tetapi yang terpenting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Nasional. Gas yang terjual sebagian akan disuplai ke pabrik pupuk di Sumatera Selatan dan Jawa Timur, untuk pengembangan industri di Jawa Barat dan Jawa Timur, dan kelistrikan di Kepulauan Riau, serta pasokan LPG dari Sumatera Selatan dan Jawa Timur untuk kebutuhan dalam negeri. “Ini menunjukkan komitmen hulu migas dalam menjaga ketahanan energi Nasional,” katanya.

SKK Migas Award

Agenda tahunan SKK Migas, SKK Migas Award, ikut memeriahkan penutupan konvensi IOG 2021. SKK Migas Award ini merupakan penghargaan yang diberikan kepada Kontraktor KKS dan pihak terkait yang telah terbukti mampu menunjukkan kinerja terbaiknya di masing-masing bidang dan berkontribusi terhadap pencapaian visi bersama yaitu pencapaian target produksi minyak 1 juta BOPD dan produksi gas 12 BSCFD di tahun 2030.

Tahun ini, SKK Migas Awards terdiri atas 22 kategori dan diberikan kepada Kontraktor KKS dengan kinerja terbaik dalam aspek perencanaan, finansial dan monetisasi, operasi, pengadaan dan manajemen rantai suplai (procurement and supply chain management), pengawasan internal, dukungan bisnis (business support), serta manajemen fasilitas (facility management).

“Penilaian kinerja Kontraktor KKS ini merupakan salah satu bentuk pengawasan dan pengendalian yang dilakukan SKK Migas yang tentunya akan menjadi motivasi bagi Kontraktor KKS untuk dapat memberikan yang terbaik bagi kegiatan usaha hulu migas,” ujar Luky Agung Yusgiantor, Ketua Organizing Committee IOG 2021.

Buku Data Kemampuan Nasional 2021.

Penutupan IOG 2021 juga ditandai dengan peluncuran Buku Data Kemampuan Nasional 2021 yang dilakukan oleh Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Rudi Satwiko. Buku ini diluncurkan untuk memberikan informasi yang sederhana dan mudah dipahami untuk membantu pelaku bisnis hulu migas mengetahui peta kemampuan industri hulu nasional. “Sehingga pada akhirnya, produk dalam negeri dapat secara optimal digunakan dalam industri hulu migas dan mampu menciptakan multiplier effect yang maksimal,” ujar Rudi.

Secara umum buku ini berisi referensi mengenai hasil kajian pohon industri per komoditas, termasuk industri gap dan upaya peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produk; rentang spesifikasi yang telah mampu diproduksi di dalam negeri; dan informasi kapasitas produksi, capaian TKDN, market share, dan informasi kontak per masing-masing perusahaan. Buku ini diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat, yaitu mempercepat proses pengadaan, membantu Kontraktor KKS untuk mendapatkan referensi guna mematuhi ketentuan yang ada, serta meningkatkan capaian TKDN industri hulu migas.

Rudi mengatakan bahwa per November 2021, capaian TKDN pada industri hulu migas sudah mencapai 58%, melebihi target nasional sebesar 50% di tahun 2024 sebagaimana yang dikeluarkan oleh Kementerian Perindustrian. Ini mencerminkan bahwa tingkat partisipasi pelaku usaha lokal dalam industri hulu migas sudah cukup tinggi. Terlepas dari capaian tersebut, SKK Migas masih melihat adanya ruang untuk meningkatkan TKDN dan multiplier effect industri hulu migas. Salah satu upaya yang dapat ditempuh adalah dengan membuat Kontraktor KKS lebih mengetaui tentang kapasitas industri dalam negeri. Buku Data Kemampuan Nasional yang diluncurkan hari ini merupakan bagian dari upaya tersebut. (rls/RR)

mataradar news

error: Content is protected !!