Home Daerah Penarikan Komponen Pajak di Fakfak Menggunakan Sistim (ETO), Termasuk Makan Minum Perorangan.

Penarikan Komponen Pajak di Fakfak Menggunakan Sistim (ETO), Termasuk Makan Minum Perorangan.

Views : 212
WhatsApp Image 2021-12-14 at 09.04.45

Sekretaris BPPKAD Kabupaten Fakfak Hi. Suprijono Wihel. S.Sos. MM

Fakfak – Otonomisasi daerah memberikan tantangan besar bagi setiap pemerintah untuk mampu mengelola potensi pajak daerah secara maksimal guna peningkatan Pendapatan Asli Daerah.

Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah daerah guna efektifitas pengelolaan pajak daerah mulai 10 Desember 2021 disetiap rumah makan akan dipasang alat Transaksi pajak makan minun.

Pelakasana Harian Kepala Badan Pendapatan dan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) yang juga kesehariannya bertugas sebagai Sekretaris BPPKAD Kabupaten Fakfak Hi. Suprijono Wihel. S.Sos. MM. kepada mataradarnews.com, selasa, (14/12) kemarin menjelaskan bahwa,

Sesuai peraturan darah nomor 2 tahun 2011 turunan dari UU nomor 28 tahun 2009 yang mengatur tentang pajak daerah meliputi pajak restauran, pajak hotel, pajak hiburan, pajak reklamai, pajak penerangan jalan, pajak mineral bukan logam, PBB dan BPHTB,

Satu potensi pajak yang perlu untuk ditatakelola secara baik sehingga tidak berpotensi daerah kehilangan pendapatan asli daerah adalah pajak restauran yang didalamnya adalah pajak atas makan minum baik oleh orang per orang atau organisasi pemerintah maupun swasta yang berkedudukan sebagai wajib pajak.

Lebih lanjut dijelaskan Wihel untuk kepentingan tertib pengelolaan pajak daerah kuususnya makan minum telah dilakukan pertemuan dengan 40 pengelola rumah makan di kota fakfak, Jumat, (10/13) lalu berrtempat di ruang rapat BPPKAD yang juga dihadiri oleh perwakilan Bank Papua Cabang Fakfak dan tim IT dari Bank Papua Jayapura sekaligus sosialisasi pemasangan alat transaksi pajak (Empos Tax Online).

Bahwa alat tersebut, menurut Supri, berfungsi sebagai media transaksi pajak makan minum yang dilakukan oleh wajib pungut pajak yaitu warung atau penyedia jasa atas wajib pajak atau pengunjung restauran/warung makan yang melakukan transaksi makan minum sehingga dipantau secara langsung baik oleh BPPKAD atau admin dari Bank Papua sehingga diharapkan potensi penyimpangan pajak dapat dieliminir.

“Dalam pertemuan tersebut telah disepakati bahwa alat transaksi pajak ETO secara gratis dari Bank Papua dapat mulai dipasang sejak minggu ke dua desember 2021 di 40 rumah makan, sementara sejak 2019 telah diuji coba pemasangannya di 10 restauran / rumah makan di kota fakfak. alat transaksi pajak ini mulai aktif berlaku pada tanggal 1 januari 2022 dan saat ini sedang dilakukan sosialisasi melalui berbagai media, imbuh supriyono wihel, (RR)

mataradar news

error: Content is protected !!